UMKM Jadi Tumpuan Ekonomi Tanjungpinang, Pemetaan dan Akses Pasar Disiapkan

UMKM Jadi Tumpuan Ekonomi Tanjungpinang, Pemetaan dan Akses Pasar Disiapkan
UMKM jadi Tumpuan ekonomi Tanjungpinang, pemetaan dan akses pasar disiapkan. Foto: ilustrasi/Pixabay

kurawalmedia.com, Tanjungpinang – Pemko Tanjungpinang menegaskan komitmennya memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi Tanjungpinang.

Langkah itu dinilai penting seiring pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang pada 2025 yang tercatat sebesar 3,31 persen.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, mengatakan karakter ekonomi daerah yang tidak bergantung pada sumber daya alam, menjadikan UMKM sektor strategis dalam menjaga aktivitas ekonomi.

Baca juga: THR Cair, ASN Tanjungpinang Diminta Gerakkan Ekonomi Lokal

Bacaan Lainnya

“UMKM adalah rantai penting ekonomi kita. Jika sektor ini tumbuh, maka kemiskinan dan pengangguran ikut menurun,” kata Lis, Rabu (22/4/2026)

Menurut dia, jumlah pelaku UMKM di Tanjungpinang cukup besar. Tercatat lebih dari 10.463 pelaku usaha kuliner tersebar di berbagai wilayah.

Namun, sebagian di antaranya belum terdata secara rinci berdasarkan kapasitas usaha, produk unggulan, maupun kesiapan untuk memperluas pasar.

Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri, karena program intervensi pemerintah belum sepenuhnya tepat sasaran.

Terutama sekali dalam hal sasaran dalam penguatan kapasitas usaha, akses permodalan dan strategi pemasaran usaha di Tanjungpinang.

Lis menekankan, yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar mengetahui jumlah UMKM, melainkan memetakan pelaku usaha yang siap naik kelas.

Selain itu, memetakan usaha yang memiliki produk potensial, maupun yang masih memerlukan dukungan modal dan pembinaan.

“Jadi bukan jumlah, tetapi mana yang punya produk unggulan, yang siap berkembang dan yang masih membutuhkan penguatan,” katanya.

Lis menambahkan, pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui pelatihan. Pemerintah daerah juga perlu membuka akses pembiayaan.

Baca juga: Pemprov Kepri Ambil Pinjaman Rp400 Miliar, Ini Dua Proyek yang Akan Dibangun

Tak hanya itu, pemerintah juga menghadirkan pendampingan berkelanjutan, membangun jaringan pemasaran yang terhubung dengan pasar nasional hingga internasional.

Pemko Tanjungpinang juga menyoroti potensi lokal berbasis kelautan. Komoditas khas seperti ikan pari dan gonggong memiliki peluang besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah.

“Kalau prospeknya bagus, pengembangannya bisa melalui kolaborasi dengan BUMN, perbankan, maupun UMKM di luar daerah,” ujarnya.

Pelaku Usaha Membutuhkan Dukungan

Salah seorang pelaku usaha sambal Urip, mengaku membutuhkan dukungan mesin pengemasan dan mesin retort untuk sterilisasi produk sambal.

Teknologi itu memungkinkan produk dikemas higienis, tahan lama, dan memiliki masa simpan hingga satu tahun tanpa bahan pengawet.

Menurut Urip, tantangan berikutnya sebagai pelaku UMKM adalah pemasaran dan distribusi jika kapasitas produksi telah ditingkatkan.

“Kalau produksi sudah besar, yang dibutuhkan jalur pemasaran yang jelas. Kami berharap dukungan dari pemerintah agar ekonomi Tanjungpinang maju,” katanya.(Yto)

Editor: Mya

Pos terkait