Lolos Seleksi Nasional, Taman Bacaan Masyarakat di Kepri Menjadi Penggerak Literasi

Lolos Seleksi Nasional, Taman Bacaan Masyarakat di Kepri Menjadi Penggerak Literasi
Lolos seleksi nasional, Taman Bacaan Masyarakat di Kepri menjadi penggerak literasi. Foto: Forum TMB Kepri

kurawalmedia.com, Tanjungpinang – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Provinsi Kepri, melewati tahap seleksi Program Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan 2026.

Program itu digelar oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

TBM Kepri yang lolos pada tahap awal yakni Ribka Ricci Marina Batam, Abiyasa Bengkong Batam dan Sayang Anak Batam.

Baca juga: Wacana Pembelajaran Jarak Jauh Muncul Lagi, Benarkah Siswa Akan Belajar dari Rumah?

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, TBM Berkah Ilmu Cendekia Batam, Komunitas Mutiara Tanjungpinang, Rumah Literasi Cik Puan Karimun, Rumah Baca Enisa Murof Natuna, serta Pesona Ilmu Anambas.

Ketua Pengurus Wilayah Forum TBM Kepri Harken, mengatakan capaian itu bukti konsistensi pegiat literasi dalam membangun budaya baca masyarakat.

Dari total 132 Taman Bacaan Masyarakat di tujuh kabupaten/kota di Kepri, delapan di antaranya mampu menembus seleksi awal tingkat nasional.

Baca juga: UI hingga UGM Masih Jadi Favorit, Ini Daftar PTN Paling Ramai di SNBT

“Ini merupakan hasil kerja bersama, konsistensi dan komitmen dalam menumbuhkan budaya literasi masyarakat,” ujar Harken, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, keberhasilan itu menandakan geliat literasi di Kepri terus berkembang secara progresif, adaptif, dan memberi dampak nyata.

Kehadiran Taman Bacaan Masyarakat saat ini tidak lagi sekadar menjadi ruang baca, tetapi telah bertransformasi sebagai pusat perubahan sosial berbasis literasi.

Baca juga: Batas Usia Naik, Platform X Kini Hanya untuk Pengguna 16 Tahun ke Atas

Ia menilai Taman Bacaan Masyarakat selama ini menjadi ruang tumbuh bagi masyarakat, tempat anak-anak belajar hingga wadah pemberdayaan warga.

Peran tersebut dinilai sebagai kontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia unggul berbasis literasi.

“TBM juga berkembang dengan menonjolkan unsur kebudayaan. Apalagi Kepri wilayah kepulauan yang memiliki kekayaan budaya kuat,” katanya.

TMB Kepri Menghadapi Tantangan

Meski demikian, Forum TBM Kepri masih menghadapi sejumlah tantangan di antaranya aspek pengelolaan yang selama ini berjalan dengan keterbatasan sumber daya.

Karena itu, pihaknya akan terus mendorong peningkatan kapasitas pengelola serta pengembangan program yang sesuai kebutuhan masyarakat lokal.

“Kami ingin TBM naik kelas menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.

Baca juga: Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat, Tapi Bisa Jadi Rezeki untuk Nelayan

Selain itu, Forum TBM Kepri juga berkomitmen memperkuat kolaborasi antara TBM, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan sektor swasta.

Menurut Harken, gerakan literasi hanya akan berjalan optimal jika dibangun secara bersama, terstruktur, dan berkelanjutan.

“Semoga Taman Bacaan Masyarakat di Kepri semakin kuat, berdaya saing, dan menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dari daerah,” pungkasnya. (Yto)

Editor: Mya

Pos terkait