BRIN Kembangkan Energi Hidrogen, Air Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan

BRIN Kembangkan Energi Hidrogen, Air Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan
Ilustrasi. Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui pengembangan teknologi hidrogen dan sel bahan bakar (fuel cell) menawarkan konsep energi bersih dengan memanfaatkan air sebagai sumber bahan bakar sekaligus menghasilkan listrik. Foto: Pexels.

Kurawalmedia, Tanjungpinang – Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui pengembangan teknologi hidrogen dan sel bahan bakar (fuel cell) menawarkan konsep energi bersih dengan memanfaatkan air sebagai sumber bahan bakar sekaligus menghasilkan listrik.

Pengembangan teknologi ini dilakukan oleh Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) BRIN, dan diperkenalkan dalam ajang Lab Indonesia 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition BSD City pada Rabu (15/4/2026).

Dalam forum tersebut, BRIN menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi energi masa depan yang berkelanjutan dan kompetitif secara global.

Perekayasa Ahli Pertama Pusat Riset Teknologi Bahan Bakar BRIN, Yurian Ariandi Andrameda, menjelaskan bahwa riset ini berfokus pada proses elektrolisis air untuk menghasilkan hidrogen hijau.

Bacaan Lainnya

Hidrogen tersebut kemudian disimpan dalam sistem khusus dan digunakan dalam teknologi fuel cell untuk menghasilkan listrik, termasuk untuk kendaraan listrik.

“Teknologi hidrogen menjadi salah satu prioritas dalam mendukung transisi energi bersih. Kami terus mengembangkan inovasi agar prosesnya semakin efisien dan aplikatif,” ujar Yurian.

Potensi Besar Indonesia untuk Energi Hidrogen

Indonesia dinilai punya peluang besar dalam pengembangan energi hidrogen. Selain ketersediaan air yang melimpah, Indonesia juga kaya akan material penting seperti nikel, mangan, karbon, grafit, hingga logam tanah jarang yang dibutuhkan dalam teknologi ini.

Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk membangun ekosistem energi hidrogen yang mandiri dan berkelanjutan.

BRIN Kembangkan Energi Hidrogen, Air Bisa Jadi Bahan Bakar Masa Depan
Pengembangan tersebut dilakukan oleh Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) BRIN, dan dipaparkan dalam ajang Lab Indonesia 2026 di Indonesian Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Foto: Humas BRIN.

Pada 2026, fokus riset diarahkan pada peningkatan efisiensi teknologi, salah satunya melalui inovasi katalis untuk mempercepat proses elektrolisis.

Selain itu, BRIN juga mengembangkan bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis limbah kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent).

Ke depan, teknologi hidrogen diharapkan bisa memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat. Untuk mempercepat pengembangan, BRIN juga aktif menjalin kerja sama internasional.

“Untuk itu, kolaborasi internasional terus diperkuat melalui kerja sama dengan berbagai negara, termasuk Jepang dan Korea, serta kemitraan dengan perguruan tinggi dan pusat riset di luar negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN, Ratno Nuryadi, menyampaikan bahwa Lab Indonesia 2026 menjadi wadah strategis yang mempertemukan pelaku industri laboratorium dari dalam dan luar negeri.

Ajang ini kini berkembang menjadi platform business-to-business yang mendorong kolaborasi, inovasi, dan pertumbuhan industri berbasis riset.

Dukungan riset, sumber daya alam, dan kolaborasi global, BRIN terus mendorong Indonesia menuju masa depan energi yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan.

Teknologi hidrogen pun menjadi salah satu langkah penting dalam transisi menuju energi hijau.(*)

Editor: Brm

Pos terkait