Operasi Ketupat 2026 Dimulai 13 Maret, Polda Kepri Kerahkan 1.536 Personel Gabungan

Operasi Ketupat 2026 Dimulai 13 Maret, Polda Kepri Kerahkan 1.536 Personel Gabungan
Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin menyatakan menyiapkan 1.536 personel gabungan untuk pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan Idulfitri. Foto: Dok. Tribratanews Polri.

Kurawalmedia, Tanjungpinang – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menyiapkan 1.536 personel gabungan untuk pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan Idulfitri.

Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol Asep Safrudin, mengatakan personel yang terlibat berasal dari Polri, TNI, serta sejumlah instansi terkait. Operasi tersebut akan berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Menurut Asep, Operasi Ketupat merupakan operasi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang mengedepankan langkah preventif dan preemtif, serta didukung kegiatan kehumasan, penegakan hukum, dan bantuan operasi lainnya.

Baca juga: Kepergok Curi Helm, Remaja di Tanjungpinang Berurusan dengan Polisi

Bacaan Lainnya

“Operasi Ketupat 2026 ini bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman, tertib, dan lancar,” kata Asep usai memimpin rapat lintas sektoral persiapan Idulfitri di Tanjungpinang, Senin (9/3/2026).

Ia menegaskan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya selama periode perayaan Idulfitri.

Polda Kepri juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung kelancaran pengamanan selama arus mudik dan arus balik.

Baca juga: Kejari Tanjungpinang Terima Eksekusi Uang Pengganti Perkara Korupsi Rp3,01 Miliar

Selain itu, Asep menyoroti potensi peningkatan mobilitas orang dan barang selama masa mudik Lebaran.

Ia menekankan pentingnya kesiapan transportasi laut, mengingat wilayah Kepulauan Riau terdiri dari banyak pulau yang terhubung melalui jalur laut.

Menurutnya, aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang perlu menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan transportasi antarpulau maupun lintas provinsi.

Baca juga: Pura-pura Olahraga Pagi, Pencuri Embat Motor Pedagang di Tanjungpinang

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan keselamatan saat berlayar, seperti menggunakan jaket pelampung serta tidak memaksakan diri naik ke kapal yang sudah penuh.(*)

Editor: Brm

Pos terkait