Kurawalmedia.com, Batam–Sebanyak 29.500 wajib pajak di Provinsi Kepri mangkir membayar kewajibannya. Hal ini menyabkan piutang pajak di Provinsi Kepri tembus pada angka Rp1,2 triliun.
“Sampai 18 November 2024 ini, sebanyak 29.500 wajib pajak di Provinsi Kepri masih mangkir dari kewajibannya,” ujar Kepala Kanwil Dirjen Pajak Provinsi Kepri, Imanul Hakim, Senin (18/11/2024)
Dijelaskannya, dari total wajib pajak di Provinsi Kepri, sekitar dua persen atau 29.500 wajib pajak yang masuk dalam data tertunggak pajak.
“Nilai tunggakan dari wajib pajak juga variatif, mulai dari Rp 100 ribu hingga miliaran rupiah. Jika ditotal secara keseluruhan, ada sekitar Rp 1,2 triliun terhutang dari wajib pajak yang belum dibayar,” ungkapnya.
Menurutnya, jumlah tersebut terdiri dari tunggakan wajib pajak pribadi dan ada juga badan. Adapun jenis tunggannya macam-macam ada yang star dari Rp 100 ribu hingga miliaran rupiah.
Dijelaskan Imanul, pihaknya sudah banyak melakukan upaya-upaya penagihan dari tertunggak pajak. Mulai dari penagihan aktif, surat teguran.
“Selain itu, juga melalui surat paksa, penyitaan aset atau pemblokiran rekening hingga pencegahan keluar negeri wajib pajak yang tertunggak,” tegasnya.
Masih kata Imanul, pihaknya masih terus berupaya melakukan pendekatan aktif agar tertunggak pajak membayar kewajiban.
Tujuanya untuk mencapai realisasi pajak sesuai dengan target. Yang mana hingga 18 November, capaian pajak untuk wilayah Kantor DJP Kepri sebesar Rp 10.046,64 miliar atau sekitar Rp 10,4 triliun dari target Rp 11,77 Triliun.
“Berdasarkan APBN DJP, Kanwil DJP Kepri berada diperingkat 2 nasional dengan capaian sebesar 85,32 persen, dan pertumbuhan neto sebesar 14,58 persen,” jelas Imanul.
Masih kata Imanul, di wilayah Kepri, jumlah jenis wajib pajak sekitar 1.600 sektor. Terdiri dari berbagai sektor, mulai dari pribadi hingga badan usaha.(*)
Editor : J.A Rahim