Kurawalmedia, Tanjungpinang — Kenaikan harga dan berkurangnya stok bahan pokok di Kota Tanjungpinang disebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor.
Asosiasi Distributor Bahan Pokok (AdiBapok) Tanjungpinang menyebut setidaknya terdapat tiga persoalan utama yang memengaruhi kondisi tersebut.
Ketua AdiBapok Tanjungpinang, Muhammad Sadmi Al-Qoyyum, menjelaskan salah satu faktor utama adalah terganggunya masa panen di daerah penghasil.
Baca juga: Warga Tanjungpinang Bisa Nikmati Promo Scaling hingga Rp150 Ribu di Klinik Gigi Luminara
Kondisi ini berdampak pada terputusnya distribusi bahan pokok ke wilayah Kepulauan Riau.
Selain itu, bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra juga turut memengaruhi kelancaran pasokan.
Faktor lainnya adalah terhambatnya suplai dari Kota Batam ke daerah di Kepri, khususnya Bintan dan Tanjungpinang, akibat adanya pengetatan distribusi.
“Bawang, cabai, dan minyak rata-rata pasokannya dari Batam. Sudah hampir dua minggu barang tersebut belum masuk,” ujar Sadmi, Senin (15/12/2025).
Baca juga: Pendapatan Retribusi Parkir Tanjungpinang Turun, Muncul Opsi Kenaikan Tarif
Ia mengakui pihaknya telah berkoordinasi dengan Bea Cukai Batam untuk membahas persoalan ketersediaan dan harga bahan pokok di Pulau Bintan.
Menurutnya, saat ini hanya barang lokal dengan kejelasan asal usul yang diizinkan masuk.
“Persoalannya, barang tidak boleh masuk kecuali barang lokal yang memiliki asal usul yang jelas,” tambahnya.
Sadmi menegaskan, sebagai asosiasi distributor, AdiBapok berupaya mencari pasokan dari daerah lain untuk menjaga ketersediaan stok. Namun, pasokan dari luar daerah berpotensi memicu kenaikan harga.
Baca juga: Penerimaan Bea Cukai Tanjungpinang Lampaui Target, Tembus Rp32 Miliar di 2025
“Kami berupaya memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok agar tidak terjadi kekurangan di masyarakat Tanjungpinang, meskipun ada risiko harga menjadi lebih tinggi,” tutupnya.(*)
Editor: Brm





