Pulau Penyengat Jadi Pusat Ekonomi Berbasis Sejarah dan Budaya Melayu

Pulau Penyengat Jadi Pusat Ekonomi Berbasis Sejarah dan Budaya Melayu
Pulau Penyengat Tanjungpinang berpotensi menjadi pusat ekonomi berbasis sejarah dan budaya Melayu. Foto: Kurawalmedia/Yto

kurawalmedia.com, Tanjungpinang – Pulau Penyengat Tanjungpinang berpotensi menjadi pusat ekonomi oranye berbasis sejarah dan budaya Melayu.

Jika menjadi kawasan pusat ekonomi, maka Pulau Penyengat Tanjungpinang akan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat lokal.

Direktur Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik Bappenas Uke Mohammad Hussein, Bappenas memiliki tiga fokus pengembangan tematik.

Baca juga: Peringati Hari Bumi, Nirwana Gardens Bintan Gelar Aksi Bersih Pantai dan Laut

Bacaan Lainnya

Tiga fokus saat ini yaitu ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi oranye yang berkaitan dengan sektor budaya serta ekonomi kreatif.

“Salah satu tugas pokok kami adalah mengembangkan ekonomi oranye itu,” katanya.

Ia menilai Pulau Penyengat Tanjungpinang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui sektor pariwisata budaya dan ekonomi kreatif.

“Alhamdulillah sudah keempat kali saya ke sini, jauh lebih baik dari pertama kunjungan saya ke Penyengat,” katanya.

Pengembangan Diperkuat Narasi Budaya

Uke menjelaskan, pengembangan wisata budaya tidak cukup hanya menghadirkan situs sejarah, tetapi juga harus diperkuat dengan narasi dan pengalaman budaya yang mampu memberi nilai tambah bagi wisatawan.

“Tour yang dilakukan bukan sekadar melihat situs sejarah, tetapi ada storytelling dan pewarisan nilai kepada generasi penerus. Budaya itu bisa dimonetisasi melalui kegiatan tourism,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong setiap situs budaya di Pulau Penyengat dilengkapi informasi sejarah, narasi budaya, serta paket wisata yang terstruktur agar wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih utuh.

“Kalau mau ke mana pun situsnya, informasi sejarah dan storytelling-nya sudah siap. Tadi masih ada beberapa situs yang belum punya storytelling,” lanjutnya.

Selain warisan sejarah Melayu, Uke juga menilai kuliner khas Penyengat memiliki potensi untuk diperkenalkan lebih luas sebagai identitas daerah.

“Bukan hanya budaya dan sejarah, tetapi juga kuliner khas yang bisa diangkat dan dipasarkan sehingga orang tahu ciri khas Penyengat,” jelasnya.

Ia berharap sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, dan Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat memperkuat pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di Pulau Penyengat.

“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga lokal,” ucapnya.

Baca juga: RUPST Bank BJB 2025, Ayi Subarna Jadi Dirut, Susi Pudjiastuti Komisaris Utama

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang, Muhammad Nazri, menyambut baik kunjungan Bappenas tersebut.

Kunjungan itu sebagai upaya memperkuat pengembangan Pulau Penyengat sebagai kawasan budaya dan ekonomi kreatif unggulan di Kepulauan Riau.

“Pulau Penyengat bukan hanya warisan sejarah Melayu, tetapi juga memiliki potensi besar menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis budaya di Kepri,” tutup Nazri. (Yto)

Editor: Mya

Pos terkait