Kurawalmedia, Tanjungpinang – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) tata kelola rumah sakit sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan dan manajemen kesehatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Lantai 4 RSUD RAT, Kota Tanjungpinang, Selasa (13/1/2026), dengan menghadirkan Tim Pembina dari RSUP Dr Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sebagai narasumber.
Bimtek dihadiri Direktur RSUD RAT, Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau, jajaran Direksi RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung, serta peserta yang terdiri dari jajaran manajemen, dokter spesialis, dan penanggung jawab administrasi di lingkungan RSUD RAT. Total peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 96 orang.
Baca juga: Gubernur Kepri Serahkan DPA 2026 kepada 34 OPD dengan Total Anggaran Rp3,54 Triliun
Agenda bimtek dibagi dalam empat forum diskusi kelompok terfokus (focus group discussion/FGD) yang dipimpin jajaran Direksi RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung, yakni Direktur Utama, Direktur SDM, Direktur Keuangan, dan Direktur Pelayanan.
Diskusi tersebut membahas koordinasi pelayanan dengan Dinas Kesehatan, penguatan tata kelola penunjang dan pelayanan medik, aspek regulasi dan kepegawaian, serta pengelolaan keuangan dan perencanaan.
Selain itu, pembahasan juga mencakup evaluasi standar pelayanan medik dan keperawatan bersama jajaran terkait dan seluruh komite di RSUD RAT.
Kegiatan ditutup dengan diskusi kelompok untuk penyusunan rencana tindak lanjut.
Baca juga: Satu Warga Batam Jadi Suspek Super Flu, Sampel Dikirim ke Jakarta
Direktur RSUD RAT, dr Bambang Utoyo, menyampaikan bahwa bimtek ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola rumah sakit yang telah direncanakan sejak akhir tahun 2025 melalui koordinasi dan pendampingan dengan rumah sakit pembina.
Menurutnya, sebelumnya juga telah dilaksanakan pendampingan penyusunan unit cost tindakan medik operatif pada 5–9 Januari 2026, yang bertujuan memastikan perhitungan biaya pelayanan bedah dilakukan secara akurat dan sesuai standar pelayanan serta alur klinis.
“Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional serta mutu layanan kesehatan bagi masyarakat Kepulauan Riau, sejalan dengan standar pelayanan rumah sakit yang ditetapkan Kementerian Kesehatan,” harap Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib ini.(*)
Editor: Brm





