Drainase Tersumbat Sampah, Warga Kampung di Tanjungpinang Turun Tangan

Drainase Tersumbat Sampah, Warga Kampung di Tanjungpinang Turun Tangan
Drainase tersumbat sampah, warga Gang Melur Jalan Kemboja Tanjungpinang, turun tangan. Foto: Kurawalmedia/Yto

kurawalmedia.com, Tanjungpinang – Warga Gang Melur Jalan Kemboja Tanjungpinang, menggelar aksi gotong royong membersihkan drainase tersumbat sampah.

Gotong royong swadaya tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah banjir sekaligus menjaga kebersihan lingkungan perkampungan tua di Tanjungpinang ini.

Sejak pagi hari, sejumlah warga terlihat membawa peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan keranjang untuk mengangkat sampah serta endapan lumpur yang menutupi saluran air.

Baca juga: Program Nasional 3 Juta Rumah, Tanjungpinang Ajukan Ribuan Unit untuk MBR

Bacaan Lainnya

Tumpukan sampah plastik, dedaunan, dan berbagai material lain yang menghambat aliran air, berhasil dikeluarkan dari drainase.

Warga setempat mengungkap, kondisi drainase tersumbat sering menimbulkan masalah saat hujan turun dengan intensitas cukup tinggi.

“Ini inisiatif kami membersihkan drainase secara bersama-sama” kata Maroeskhan, warga setempat, Sabtu (30/2026).

Menurutnya, air yang tidak dapat mengalir dengan lancar menyebabkan genangan di sepanjang Jalan Kemboja dan mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.

“Kalau hujan deras, air cepat meluap karena parit tersumbat. Jalan jadi tergenang dan penuh sampah,” ungkapnya.

Selain untuk mengatasi potensi banjir, gotong royong tersebut juga bertujuan menjaga lingkungan perkampungan agar tetap bersih, rapi, dan nyaman.

“Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga,” tegasnya.

Baca juga: Peringati Hari Bumi, Nirwana Gardens Bintan Gelar Aksi Bersih Pantai dan Laut

Usai gotong royong, drainase tersumbat kembali bersih dan lancar. Warga juga berharap risiko genangan saat musim hujan dapat diminimalkan dan kondisi drainase tetap lancar dan terjaga.

“Kami harap warga Kelurahan Kemboja dengan penuh kesadaran agar tidak buang sampah sembarangan ke parit,” imbaunya.

Tanpa melibatkan instansi pemerintah, gotong royong itu mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Semangat kebersamaan menjadi cerminan kuatnya budaya gotong royong yang terpelihara di tengah kehidupan perkotaan.

“Dengan semangat kebersamaan, drainase tersumbat jadi lancar. Lingkungan perkampungan akan senantiasa bersih serta sehat,” tutup Maroeskhan. (Yto)

Editor: Mya

Pos terkait