Jalan Pelantar II Tanjungpinang Kembali Dibuka Usai Perbaikan Struktur

Jalan Pelantar II Tanjungpinang Kembali Dibuka Usai Perbaikan Struktur
Akses Jalan Pelantar II Tanjungpinang kembali dibuka untuk kendaraan pada Rabu, 3 Desember 2025, setelah perbaikan konstruksi dinyatakan selesai dan memenuhi standar kelayakan. Foto: dok. Kurawalmedia.

Kurawalmedia, Tanjungpinang – Akses Jalan Pelantar II Tanjungpinang kembali dibuka untuk kendaraan pada Rabu, 3 Desember 2025, setelah perbaikan konstruksi dinyatakan selesai dan memenuhi standar kelayakan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Kepri, Rodian Yantari, mengatakan jalan yang sebelumnya amblas kini sudah dapat dilalui, terutama untuk kendaraan distribusi barang yang masuk ke kawasan tersebut.

“Insyaallah siang ini Pelantar 2 bisa kita buka. Secara teknis sudah layak dilewati,” ujar Rodi.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Dana BOS 2026 Belum Pasti, Pembayaran Honor 530 PTK Kepri Terancam Mandek

Pembukaan akses dilakukan bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang serta Dinas Perhubungan provinsi dan kota untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan optimal.

Pemerintah juga mengingatkan kendaraan yang melintas wajib mengikuti standar beban Muatan Sumbu Terberat (MST) 12–15 ton.

Rodi berharap dibukanya kembali jalan tersebut dapat memperlancar mobilitas masyarakat, khususnya arus logistik menuju Pelabuhan Kuala Riau yang sempat terganggu akibat amblasnya jalur tersebut.

Perbaikan dilakukan pada titik amblas sepanjang 24,2 meter dengan lebar 6 meter. Proyek menggunakan pondasi borepile full casing, bukan spun pile seperti pada pekerjaan integrasi Pelantar I dan II.

Metode ini dipilih karena lokasi konstruksi berdekatan dengan permukiman sehingga perlu menghindari getaran yang berpotensi merusak rumah warga.

“Kalau pakai tiang pancang, getarannya berisiko merusak rumah warga. Jadi harus memakai pondasi borepile full casing. Ini standar jembatan, jadi biayanya tentu lebih besar,” jelasnya.

Baca juga: Warga Pesisir Tanjungpinang Siap-siap, BMKG Prediksi Banjir Rob Tiga Hari Berturut

Biaya perbaikan diperkirakan mencapai Rp27–30 juta per meter persegi, setara dengan biaya pembangunan jembatan.

Dari pagu anggaran Rp4,5 miliar yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2025, nilai kontrak tercatat Rp3,9 miliar.

Proyek turut disesuaikan dengan desain integrasi Pelantar I dan II yang telah dikerjakan sebelumnya.

Dibukanya kembali Pelantar II Tanjungpinang, arus barang yang sebelumnya dialihkan ke Pelantar I dan menyebabkan kepadatan diharapkan dapat kembali normal.(*)

Editor: Brm

Pos terkait