kurawalmedia.com, Bintan – Seorang nelayan Kampung Tembeling Bintan yakni Imran, ditemukan meninggal dunia setelah diduga diserang buaya.
Nelayan Kampung Tembeling Bintan itu diserang buaya di perairan Kelurahan Tembeling Tanjung, Kecamatan Teluk Bintan, Jumat (16/1/2026) dinihari.
Korban mengalami sejumlah luka robek serius di bagian mata kanan, dahi, bibir, serta lengan kiri. Peristiwa tragis itu terjadi saat korban bersiap melaut.
Abang korban, Ijal menuturkan bahwa sebelum kejadian korban sempat bolak-balik membetulkan mesin pompong. Saat itu, Ijal masih terjaga di rumah.
Baca Juga: Hari Jadi ke-77, Bintan Pamer Deretan Capaian, Ekonomi Melonjak, Kemiskinan Ekstrem Nol
Tidak lama berselang, Ijal kemudian mendengar suara benturan keras disertai teriakan minta tolong korban dari arah laut.
“Seperti rumah roboh, lalu saya dengar dia teriakan minta tolong,” katanya.
Mendengar teriakan tersebut, Ijal langsung keluar rumah menuju lokasi. Namun korban tidak lagi terlihat.
Menurut Ijal, korban sempat dibawa buaya ke bagian atap bangunan yang roboh dan biasa digunakan sebagai tempat sandar sampan.
Ijal bersama warga kemudian memukul bagian atap tersebut sekuat tenaga hingga akhirnya korban terlepas. Buaya tersebut kemudian menjauh.
“Kami pukul kuat-kuat di situ, barulah dilepaskan,” ungkapnya.
Baca Juga: Terombang-ambing di Laut Bintan, 10 Pemancing Diselamatkan Tim SAR
Seorang warga yang datang membawa api, melihat hewan ganas itu sudah berada cukup jauh dari permukiman.
“Ada ipar datang pakai api, buaya sudah nampak jauh,” tambahnya.
Atas peristiwa itu, Ijal meminta pemerintah daerah dan instansi terkait mengambil langkah tegas karena keberadaan buaya, sangat membahayakan.
“Kalau warga yang bertindak, nanti kami yang disalahkan karena buaya hewan dilindungi. Jadi solusi dari pemerintah itu yang kami tunggu,” tegasnya.
Pemerintah Daerah Tentukan Langkah Mitigasi
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan, Ronny Kartika menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Imran.
Ia memastikan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menangani persoalan tersebut.
“Hari ini kami akan menggelar pertemuan untuk menentukan langkah mitigasi yang akan diambil,” kata Ronny usai menghadiri pemakaman korban.
Baca Juga: Rusak Bertahun-tahun, Jalan di 7 Lokasi Tanjungpinang-Bintan Akhirnya Diperbaiki Pemprov Kepri
Ronny juga mengimbau masyarakat, khususnya warga pesisir, agar meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati terhadap potensi kemunculan buaya.
“Dengan dukungan semua pihak, kami berharap kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegas Ronny.
Saat ini korban yang merupakan nelayan Kampung Tembeling Bintan tersebut, telah dimakamkan oleh pihak keluarga. (Yto)
Editor: Mya





