45 Gereja Dijaga Aparat, Ini Skema Pengamanan Natal dan Tahun Baru di Tanjungpinang

45 Gereja Dijaga Aparat, Ini Skema Pengamanan Natal dan Tahun Baru di Tanjungpinang
Sebanyak 291 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, SAR, hingga organisasi kemasyarakatan dikerahkan untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Foto: Humas Polresta Tanjungpinang.

Kurawalmedia, Tanjungpinang – Sebanyak 291 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, SAR, hingga organisasi kemasyarakatan dikerahkan untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Pengamanan tersebut merupakan bagian dari Operasi Lilin Seligi 2025.

Selain pengamanan tempat ibadah, personel juga disiagakan untuk mengamankan arus mudik dan balik di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) serta Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF).

Baca juga: Pulau Kecil di Kepri Rusak Parah, Jejak Tambang Bauksit Terungkap dari Citra Satelit

Bacaan Lainnya

Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Hamam Wahyudi mengatakan, pengamanan difokuskan pada gereja, lokasi wisata, serta simpul transportasi laut dan udara.

“Fokus sasarannya di gereja, tempat wisata, serta arus mudik di pelabuhan dan bandara,” kata Hamam Wahyudi, Jumat (19/12/2025).

Ia menjelaskan, Operasi Lilin Seligi 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

Untuk mendukung pelaksanaan operasi, aparat telah mendirikan empat pos pelayanan dan pengamanan di sejumlah titik strategis.

Baca juga: Fase Bulan Baru, BMKG Peringatkan Banjir Rob di Pulau Bintan 10 Hari ke Depan

“Di pos tersebut ditempatkan personel secara terpadu, lengkap dengan sarana dan prasarana untuk mendukung tugas selama operasi,” ujarnya.

Selain itu, Polresta Tanjungpinang juga menyiapkan dapur umum sebagai langkah antisipasi apabila terjadi bencana alam selama periode libur akhir tahun.

Sementara itu, sterilisasi akan dilakukan di seluruh gereja sebelum digunakan untuk pelaksanaan ibadah Natal.

“Terdapat 45 gereja dan semuanya akan dijaga oleh personel. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang dapat mengganggu perayaan Natal dan Tahun Baru 2026,” pungkasnya.(*)

Editor: Brm

Pos terkait