Latihan Tanggap Darurat di PLTD Tanjungpinang, Dari Kebakaran hingga Tumpahan Limbah B3

Latihan Tanggap Darurat di PLTD Tanjungpinang, Dari Kebakaran hingga Tumpahan Limbah B3
PLTD Suka Berenang, Tanjungpinang, menggelar simulasi tanggap darurat tahun 2025 pada Kamis (27/11/2025) pagi. Foto: Kurawalmedia/Yto.

Kurawalmedia, Tanjungpinang – PLTD Suka Berenang, Tanjungpinang, menggelar simulasi tanggap darurat tahun 2025 pada Kamis (27/11/2025) pagi.

Kegiatan ini meliputi penanganan kebakaran, blackout akibat bencana alam, penanganan huru-hara, hingga simulasi tumpahan limbah B3.

Dalam latihan tersebut, petugas menampilkan skenario kebakaran pada salah satu pembangkit di area PLTD.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Hanya 40 Pengawas Tenaga Kerja di Kepri, DPR: Perusahaan Berisiko Langgar K3

Petugas internal bersama unit Damkar dan Basarnas Tanjungpinang turut dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas.

Skenario juga mencakup kondisi darurat lain seperti pekerja yang kelelahan maupun mengalami luka saat bekerja.

Berbagai langkah penanggulangan dilakukan untuk meminimalkan risiko, sekaligus memastikan operasional penyaluran listrik tetap berjalan.

Manager PLN Indonesia Power UBP Kepulauan Riau, Andi Taufik Saputra, menyampaikan bahwa simulasi ini digelar serentak di dua lokasi, yakni PLTD Suka Berenang di Tanjungpinang dan Kabupaten Karimun.

Baca juga: Puluhan Murid Sekolah Rakyat Tanjungpinang Mengundurkan Diri, Pemko Tambah 13 Siswa Baru

“Simulasi ini penting agar seluruh staf PLN IP UBP Kepri sigap menghadapi kemungkinan bencana,” ujar Andi.

Pada kegiatan kali ini, simulasi penanganan tumpahan limbah B3 juga menjadi salah satu fokus.

Andi menjelaskan bahwa limbah B3 merupakan material yang dekat dengan aktivitas PLN, sehingga para pekerja perlu memahami cara evakuasi, pembersihan, hingga pengurangan dampaknya.

Selain itu, PLTD Suka Berenang turut melaksanakan simulasi penanganan aksi huru-hara. Dalam skenario tersebut, digambarkan adanya aksi protes warga terkait pemadaman bergilir yang berlangsung ricuh.

Baca juga: Pemutihan Pajak Kendaraan 2025 di Kepri Diperpanjang, Diskon dan Bebas Denda Tetap Berlaku

Melalui prosedur pengamanan yang tepat, situasi dapat dikendalikan dan potensi gangguan bisa diminimalkan.

“Ini sebagai langkah antisipasi jika ke depan muncul ketidakpuasan dari warga. Kami perlu siap dan tahu langkah apa yang harus dilakukan,” kata Andi.

Kegiatan simulasi di PLTD Suka Berenang, Tanjungpinang ditutup dengan pembagian 20 paket sembako kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk silaturahmi.(Yto)

Editor: Brp

Pos terkait