Kurawalmedia, Tanjungpinang – Penyelenggaraan Kepri International Art & Culture 2025 resmi berakhir pada Sabtu (29/11/2025) malam.
Gelaran yang berlangsung selama lima hari ini menjadi yang terbesar sejak pertama kali diadakan, baik dari jumlah peserta, pelaku seni, hingga kunjungan masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menyampaikan bahwa tahun ini festival melibatkan ribuan pelaku seni dan ratusan UMKM.
Baca juga: Kunjungan Wisman ke Kepri Turun Tipis, Tapi Angkanya Melejit Secara Tahunan
“Total ada 1.200 orang yang ikut dalam berbagai pentas seni, melibatkan 71 sanggar dari seluruh Kepri,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat juga terbilang tinggi. Selama lima hari, jumlah kunjungan tercatat mencapai 170 ribu orang, menunjukkan minat besar warga terhadap festival budaya internasional ini.
Hasan menambahkan, selain sebagai ruang ekspresi seni, festival juga memberi dampak ekonomi signifikan bagi pelaku UMKM di Tanjungpinang.
“Sebanyak 280 UMKM ikut berpartisipasi, dan pendapatan kotor rata-rata mencapai sekitar Rp3,5 juta per hari. Perputaran ekonomi total diperkirakan sekitar Rp8 miliar,” jelasnya.
Baca juga: Kunjungan Wisman ke Kepri Menyusut Tajam, Bintan & Tanjungpinang Turun Paling Dalam
Acara penutupan dipusatkan di Pelataran Gedung LAM Kepri, Tanjungpinang. Area Pelantar LAM, Gedung Dekranasda Kepri, hingga kawasan Tuguh Sirih Taman Gurindam 12 dipadati pengunjung sejak sore.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura turut hadir menyaksikan ragam pertunjukan—mulai dari musik oleh Zizi Band, Sensor Band, dan Dermaga Musica, hingga tarian kreasi dari Singapura, Malaysia, Aceh, Riau, serta penampilan dari Sanggar Tari Nataraga Batam, Bintan Telani, dan TLS Sanggam. Penampilan Al Hafiz dari Pekanbaru menjadi penutup rangkaian acara tahun ini.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ansar mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kepri dan para wisatawan yang memadati acara selama lima hari.
Baca juga: Tak Perlu ke Luar Negeri, Dari Bukit Ini Kamu Bisa Lihat Singapura dengan Jelas
“Kehadiran masyarakat menunjukkan bahwa Kepri adalah rumah besar bagi keberagaman budaya dunia,” kata Ansar.
Ia berharap Kepri International Art & Culture terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi pariwisata serta ekonomi kreatif daerah.
“Kita ingin Kepri semakin dikenal sebagai pusat budaya maritim dan persinggahan berbagai bangsa. Festival ini akan terus diperkuat menjadi agenda unggulan internasional setiap tahun,” ujarnya.(*)
Editor: Brm





