Wisata ke Batam Malah Diminta Bayar? Turis Singapura Ungkap Pengalaman di Terminal Feri Internasional Batam Centre

Wisata ke Batam Malah Diminta Bayar? Turis Singapura Ungkap Pengalaman di Terminal Feri Internasional Batam Centre
Suasana di Terminal Feri Internasional Batam Center. Dua kelompok turis asal Singapura membagikan pengalaman mereka saat memasuki wilayah Batam, Indonesia, melalui terminal tersebut. Foto: Dok. Google/lontongstrong.

Kurawalmedia, Batam – Dua kelompok turis asal Singapura membagikan pengalaman mereka saat memasuki wilayah Batam, Indonesia, melalui Terminal Feri Internasional Batam Centre.

Mereka mengaku diminta membayar sejumlah uang oleh oknum petugas agar dapat melanjutkan proses imigrasi.

Dalam ulasan yang diunggah secara daring, wisatawan menyebut mereka sempat dipisahkan dari antrean dan diarahkan ke ruangan tertutup.

Baca juga: Bali, Sumba, dan Lombok Tampil dalam Serial Pariwisata Indonesia di Belanda

Bacaan Lainnya

Alasan yang diberikan beragam, mulai dari dugaan masalah visa hingga dianggap melanggar aturan antrean.

Salah satu wisatawan dengan inisial AC menjelaskan bahwa dirinya dan pasangan dihentikan saat mencoba berpindah ke antrean gerbang otomatis yang lebih sepi.

Kedua turis Singapura ini kemudian diminta menunggu di area terpisah bersama beberapa wisatawan asing lainnya, sementara paspor mereka ditahan.

Baca juga: Wali Kota Tanjungpinang Siapkan Program Pariwisata 2026, Targetkan Kenyamanan Wisatawan

AC mengaku sempat menjelaskan situasi kepada petugas, namun tetap diminta membayar sejumlah uang.

Ia menyebut adanya tekanan, termasuk ancaman penahanan dan pemulangan ke Singapura jika tidak memenuhi permintaan tersebut.

Setelah menunggu sekitar dua jam, mereka memilih membayar agar bisa melanjutkan perjalanan.

Baca juga: Batam Jadi Andalan, Wisman ke Kepri Tembus 1,6 Juta Kunjungan Sepanjang 2025

Pengalaman serupa juga dibagikan wisatawan lain bernama Nay. Ia mengatakan orang tuanya sempat ditahan meskipun dirinya lolos pemeriksaan awal.

Mereka kemudian dibawa ke ruangan kecil dan diminta menunggu sebelum akhirnya diberi alasan terkait visa.

Menurut Nay, keluarganya sebelumnya telah melewati pemeriksaan imigrasi di Johor Bahru, Malaysia, tanpa kendala.

Baca juga: Pesta Gonggong Meriahkan Wisata Gurun Telaga Biru Busung Bintan

Namun, di Batam mereka tetap diminta membayar sejumlah uang. Ia mengaku sempat menolak, tetapi akhirnya menyetujui pembayaran setelah mempertimbangkan kondisi orang tuanya dan rencana perjalanan yang sudah disiapkan.

Nay juga menyebut dirinya telah melaporkan kejadian tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain dua laporan tersebut, sejumlah ulasan di platform seperti Google Maps dan Tripadvisor juga mencatat pengalaman serupa dari wisatawan lain dalam periode waktu berbeda. Beberapa unggahan bahkan telah muncul sejak beberapa tahun lalu.(*)

Editor: Brm

Pos terkait