Tanjungpinang Makin Diminati Turis Malaysia dan Singapura

Tanjungpinang Makin Diminati Turis Malaysia dan Singapura
Aktivitas turis di Pulau Penyengat. Kunjungan wisatawan asal Malaysia dan Singapura ke Tanjungpinang menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Foto: Dok. Dispar Kepri.

Kurawalmedia, Tanjungpinang – Kunjungan turis asal Malaysia dan Singapura ke Tanjungpinang menunjukkan tren positif sepanjang 2026.

Meningkatnya jumlah turis ini didorong kombinasi wisata budaya, kuliner khas, akses transportasi yang semakin mudah, hingga promosi digital yang makin masif.

Sejumlah destinasi favorit seperti Pulau Penyengat, kawasan Patung Seribu, hingga sentra kuliner Akau Potong Lembu menjadi daya tarik utama yang membuat Tanjungpinang semakin dikenal wisatawan mancanegara.

Baca juga: Wisata Sejarah Pulau Penyengat Kian Berkembang, UMKM Ikut Tumbuh

Bacaan Lainnya

Pulau Penyengat yang identik dengan sejarah dan budaya Melayu kini semakin nyaman dikunjungi. Berbagai pembenahan infrastruktur wisata terus dilakukan, mulai dari akses transportasi, penataan kawasan, hingga fasilitas pendukung bagi wisatawan.

Kondisi tersebut membuat pengalaman berlibur di Pulau Penyengat semakin praktis dan menarik, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata sejarah dan budaya khas Melayu di Kepulauan Riau.

Sementara itu, kawasan Patung Seribu dan Akau Potong Lembu kini semakin populer di kalangan wisatawan muda. Selain menawarkan banyak spot foto menarik, dua lokasi tersebut juga ramai dibagikan di media sosial sehingga ikut membantu promosi wisata Tanjungpinang secara organik.

Baca juga: Lebih Tua dari Kota Tanjungpinang, Ini Sejarah Klenteng Senggarang

Perkembangan promosi digital menjadi salah satu faktor yang ikut mendongkrak popularitas wisata Tanjungpinang di kalangan turis luar negeri.

Berdasarkan data Maret 2026, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Tanjungpinang mencapai 5.622 kunjungan. Angka tersebut meningkat dibanding Februari yang mencatat 5.407 kunjungan dan Januari sebanyak 4.030 kunjungan.

Menariknya, Tanjungpinang menjadi satu-satunya pintu masuk wisatawan asing di Kepulauan Riau yang mengalami kenaikan jumlah kunjungan. Sementara sejumlah pintu masuk utama lain seperti Batam, Bintan, dan Karimun justru mencatat penurunan jumlah wisman.

Baca juga: Wisata ke Batam Malah Diminta Bayar? Turis Singapura Ungkap Pengalaman di Terminal Feri Internasional Batam Centre

Wisatawan asal Malaysia diketahui banyak masuk melalui Tanjungpinang sebelum melanjutkan perjalanan ke Daik Lingga dan sejumlah destinasi wisata lain di Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan mengatakan pihaknya tengah mengoptimalkan penerapan konsep event linkage tourism, yakni pendekatan kolaboratif yang mengintegrasikan kegiatan pariwisata dengan sektor ekonomi lainnya secara berkelanjutan lintas destinasi.

“Melalui strategi ini, setiap event tidak lagi berdiri sendiri, melainkan dirancang saling terhubung dengan potensi wisata, budaya, kuliner, hingga industri kreatif,” katanya.(*)

Baca juga: Wali Kota Tanjungpinang Siapkan Program Pariwisata 2026, Targetkan Kenyamanan Wisatawan

Editor: Brm

Pos terkait