Tokoh Nasional Jagokan Gunung Daik Jadi Warisan Dunia Dari Kepri, Ini Alasannya

Tokoh Nasional Jagokan Gunung Daik Jadi Warisan Dunia Dari Kepri, Ini Alasannya
Gunung Daik, Lingga diusulkan sebagai Warisan Budaya Dunia untuk kategori geopark. F. Pesona Indonesia.

Kurawalmedia.com, Tanjungpinang – Setelah beberapa kali upaya Pemprov Kepri untuk menjadikan Pulau Penyengat sebagai Warisan Budaya Dunia ke Unesco gagal. Namun itu bukanlah akhir untuk Provinsi Kepri.

Gagasan baru datang dari Ketua Dewan Pakar Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Mukhlis Paeni. Ia menilai Gunung Daik, Lingga bisa menjadi pengganti sepadan.

“Gunung Daik, Lingga memiliki cerita yang strategis. Sehingga layak untuk menyandang sebagai Warisan Budaya Dunia,” ujar Mukhlis Paeni saat berkunjung ke Tanjungpinang belum lama ini.

Dijelaskannya, banyak aspek yang bisa menjadi pendukung Gunung Daik, Lingga untuk dijadikan sebagai geopark, seperti Geopark Gunung Sewu, Yogyakarta yang sudah diakui sebagai warisan budaya dunia.

Bacaan Lainnya

“Ada cerita legenda, dan mitologi yang ada di Gunung Daik, Lingga. Sehingga bisa menjadi identitas baru bagi Provinsi Kepri,” jelasnya.

Ditegaskannya, dari jejak sejarah, Kerajaan Riau Lingga tidak bertahan lama di Pulau Penyengat, Tanjungpinang yang merupakan usulan Pemprov Kepri sebelumnya.

“Tetapi keberlangsung kerajaan ini cukup panjang di Daik, Lingga. Ini juga menjadi jejak historis yang bisa memperkuat Gunung Daik, Lingga,” tegasnya.

Atas dasar itulah, ia berharap Pemerintah Provinsi Kepri bisa menaruh perhatian terkait keistimewaan Gunung Daik, Lingga.

Gunung Daik. Lingga
Pesona Gunung Daik, Lingga dilihat dari ketinggian. F. Dispar Lingga

Ia yakin, dengan potensi-potensi yang ada ini, Gunung Daik yang dikenal bercabang tiga ini memenuhi syarat untuk menjadi salah satu warisan budaya dunia dari Provinsi Kepri.

“Daerah ini kaya sejarah, jadi sayang kalau tidak ada identitas kuat yang bisa kita perjuangkan. Apalagi karya-karya pada era Kerajaan Riau Lingga sudah sangat mendunia,” tutupnya.

Seperti diketahui, Gunung Daik bercabang tiga memang sudah sejak lama dikenal bahkan tidak hanya pada taraf nasional, Gunung Daik yang sering terpaut dalam sejumlah bait puisi telah dikenal masyarakat manca negara, seperti negara tetangga Malaysia dan Singapura.

Kepopuleran Gunung Daik tidak dapat di sangkal lagi. Saat ini kawasan tersebut telah masuk dalam peringkat lima besar dataran tinggi terpopuler di Indonesia pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017 yang ditaja Kementeria Pariwista Republik Indonesia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kepri telah tiga kali gagal untuk menjadikan Pulau Penyengat, Tanjungpinang yang merupakan Mas Kawin Engku Putri tersebut.

Terakhir kali Pusat Istana Raja-Raja itu diusulkan ke Kementerian Kebudayaan untuk masuk sidang Unesco sebagai Warisan Budaya Dunia adalah pada tahun 2021 lalu. Namun seperti api masih jauh dari panggangnya.(*)

Editor : J.A Rahim

Pos terkait