Perpres Publisher Rights Diteken Presiden Jokowi, Bagaimana Nasib Konten Kreator?

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan pada kegiata kepresidenan belum lama ini. Foto : Instagram@jokowi

Ia juga meminta menkominfo memprioritaskan belanja iklan pemerintah untuk perusahaan pers. 

“Berkali-kali saya sampaikan minimal untuk bantalan jangka pendek dan memang ini tidak menyelesaikan masalah secara keseluruhan perusahaan pers,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, membenarkan bahwa kondisi pers nasional memang tidak sedang baik-baik saja. 

“Kita tidak bisa menutup mata. Laporan kepada Dewan Pers selama 2023, setidaknya ada lebih dari 800 orang pekerja pers yang terkena lay off atau pemutusan hubungan kerja dan bisa lebih jika ditambah dengan turbulensi yang terjadi di perusahaan media lokal,” kata Ninik.

Bacaan Lainnya

Di sisi lain, perkembangan platform digital berubah menjadi medium raksasa yang mengambil alih distribusi informasi. Porsi periklanan, tuturnya, diserap oleh platform global (sekitar 75 persen) tanpa disertai sharing revenue yang memadai. 

“Jika pemasukan media kian tergerus, para insan pers tentu kesulitan secara kontinyu memberikan berita-berita berkualitas terbaik,” tegasnya. 

Situasi ini, urai Ninik,  dapat digambarkan ibarat tanaman yang dibiarkan tumbuh di tengah tanah yang tandus. Namun tumbuhan itu nyaris tanpa dukungan pupuk maupun air agar dapat terus tumbuh dan menghasilkan buah yang memberikan manfaat untuk dikonsumsi.(*) 

Editor : Jar

Pos terkait