Armada Kapal Nataru di Pelabuhan Tanjungpinang Dinyatakan Laik Berlayar

Armada Kapal Nataru di Pelabuhan Tanjungpinang Dinyatakan Laik Berlayar
Armada kapal Nataru di pelabuhan SBP Tanjungpinang dinyatakan laik berlayar. Foto: Kurawalmedia/Yto

kurawalmedia.com, Tanjungpinang – Armada kapal di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, dinyatakan laik berlayar melayani penumpang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Beberapa armada kapal penumpang tersebut, telah menjalani uji kelaikan. Tujuannya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur Nataru.

Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Tanjungpinang Slamet Sunarto, mengatakan lima armada kapal telah melalui pemeriksaan menyeluruh oleh petugas.

“Pemeriksaan meliputi kondisi mesin, kelengkapan dokumen kapal, hingga peralatan keselamatan pelayaran,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Tiga Kapal PPLP Tanjung Uban Dikerahkan Bawa Bantuan Korban Banjir dan Longsor di Sumatra

Armada kapal di pelabuhan SBP Tanjungpinang yang telah diuji antara lain Dumai Express 19, Citra 168, Marina JB, Trans Ocean, dan Express Bahari 3B.

Selain itu, Kapal Sabuk Nusantara 48 juga telah diperiksa, sementara Sabuk Nusantara 36 masih dalam proses perbaikan dan perawatan.

“Beberapa kapal dinyatakan laik berlayar. Ada juga yang masih dalam proses docking,” jelas Slamet.

Secara umum, jelas Slamet, tingkat kesiapan kapal di Tanjungpinang telah memenuhi standar keselamatan dan telah dilaporkan ke pemerintah pusat.

Baca Juga: Warga Pesisir Tanjungpinang Siap-siap, BMKG Prediksi Banjir Rob Tiga Hari Berturut

Guna menghadapi lonjakan penumpang, KSOP telah menyiapkan tujuh kapal utama serta satu kapal tambahan dengan kapasitas sekitar 400 penumpang.

“Kami siagakan satu kapal tambahan sebagai antisipasi. Namun sejauh ini belum terlihat lonjakan signifikan,” jelasnya.

Slamet memastikan risiko kelebihan kapasitas penumpang relatif kecil, lantaran sistem penjualan tiket kini telah terintegrasi secara digital.

“Semua penjualan tiket sudah berbasis online, sehingga potensi over kapasitas bisa diminimalkan. Jika terjadi lonjakan, kapal tambahan siap diberangkatkan,” tutupnya. (Yto)

Editor: Mya

Pos terkait