Waduk Mulai Menyusut, Bintan Hadapi Ancaman Kekeringan Serius

Waduk Mulai Menyusut, Bintan Hadapi Ancaman Kekeringan Serius
Debit air di Waduk Gesek terus menyusut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan resmi menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan pada tahun 2026. Foto: Istimewa.

Kurawalmedia, Bintan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan resmi menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan pada tahun 2026.

Keputusan ini diambil setelah jumlah titik api terus meningkat dan area terdampak semakin meluas dalam beberapa bulan terakhir.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menjelaskan bahwa penetapan status darurat didasarkan pada data lapangan yang menunjukkan kondisi kebakaran dan kekeringan yang kian meluas.

Baca juga: Kebakaran Lahan 4 Hektare di Bintan Berhasil Dipadamkan, Warga Diimbau Waspada

Bacaan Lainnya

Keputusan tersebut disepakati dalam rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), organisasi perangkat daerah (OPD), BMKG, PDAM Tirta Kepri, serta para camat di wilayah Bintan.

Berdasarkan data yang dipaparkan, tercatat sebanyak 317 titik api sepanjang Januari hingga Maret 2026, dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 251 hektare.

Beberapa wilayah dengan jumlah titik api tertinggi meliputi Bintan Timur, Toapaya, Gunung Kijang, dan Bintan Utara.

Baca juga: Krisis Air di Pulau Bintan, Waduk Gesek Surut Drastis

Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor cuaca dan karakteristik lahan di Bintan yang didominasi lahan gambut, sehingga lebih mudah terbakar.

Selain itu, dampak perubahan iklim juga turut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Pemerintah daerah menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui kolaborasi lintas sektoral.

Masyarakat juga diimbau untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi pembakaran lahan di lingkungan sekitar.

Baca juga: Saksi Dengar Dentuman Keras, Seorang Pria Dilaporkan Terjun dari Jembatan 5 Barelang

Selain karhutla, Bintan juga menghadapi masalah kekeringan yang terjadi di hampir seluruh kecamatan.

PDAM Tirta Kepri melaporkan bahwa sejumlah waduk mengalami penurunan debit air secara signifikan.

Sebagai upaya menjaga ketersediaan air baku, berbagai langkah pengelolaan terus dilakukan, termasuk membuka jalur aliran air.

Baca juga: Momen Lebaran di Tanjungpinang, Warga Antusias Ikuti Salat Idulfitri di Pamedan

Pemkab Bintan bersama instansi terkait akan melaksanakan langkah penanganan selama 14 hari ke depan untuk mengendalikan karhutla sekaligus mengatasi dampak kekeringan.(*)

Editor: Brm

Pos terkait