Krisis Air Bersih, 24 Ribu Lebih KK di Bintan Terdampak Kekeringan

Krisis Air Bersih, 24 Ribu Lebih KK di Bintan Terdampak Kekeringan
Ilustrasi. Kondisi kekeringan yang terjadi di Kabupaten Bintan mulai berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Foto: Pexels.

Kurawalmedia, Bintan – Kondisi kekeringan yang terjadi di Kabupaten Bintan mulai berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Dalam beberapa waktu terakhir, minimnya curah hujan menyebabkan volume air di sejumlah waduk sumber baku milik PDAM Tirta Kepri mengalami penurunan signifikan, bahkan salah satunya dilaporkan telah kering.

Berdasarkan data dari BMKG, fenomena kekeringan meteorologis di wilayah Pulau Bintan bukan hal baru.

Baca juga: Waduk Mulai Menyusut, Bintan Hadapi Ancaman Kekeringan Serius

Bacaan Lainnya

Catatan historis menunjukkan kondisi serupa pernah terjadi pada tahun 1997, 2010, 2014, 2015, 2019, 2020, dan kembali terulang pada 2026.

Tahun ini bahkan disebut memiliki pola yang mendekati kondisi kekeringan berat seperti yang terjadi pada 1997 dan 2015.

Secara geografis, Bintan memang memasuki periode curah hujan rendah pada Februari hingga Maret, dengan potensi kembali normal pada April hingga Mei.

Baca juga: Krisis Air di Pulau Bintan, Waduk Gesek Surut Drastis

Namun, kondisi cuaca yang lebih kering dari biasanya membuat cadangan air di waduk maupun sumur warga ikut menyusut.

Menanggapi situasi ini, Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk segera melakukan distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak.

Roby meminta distribusi dilakukan dengan sistem pembagian wilayah kerja. Setiap OPD bertanggung jawab pada area tertentu dengan melibatkan camat, lurah, hingga aparat di lapangan agar penyaluran lebih merata.

Baca juga: 317 Titik Api Muncul di Bintan, Ini Wilayah yang Paling Terdampak

“Saya minta hari ini langsung dibagi OPD yang mana saja, bertanggung jawab di Kecamatan mana saja. Disusun skema penyalurannya, termasuk Camat dan Lurah langsung di-update data warga terdampak. Kita kolaborasi dengan rekan-rekan Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta lintas sektoral yang lain di lapangan” jelas Roby menyampaikan arahan, Rabu (25/3/2026).

Selain itu, pemerintah daerah juga memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia, termasuk dukungan dari pihak swasta.

Upaya lain yang dilakukan adalah mencari sumber air alternatif di luar sistem PDAM sebagai solusi jangka pendek.

Baca juga: Kebakaran Lahan 4 Hektare di Bintan Berhasil Dipadamkan, Warga Diimbau Waspada

“Kita masih punya sumber air yang lain selain yang di PDAM. Manfaatkan semua potensi dan kekuatan yang ada, ini langkah jangka pendek yang harus segera dilakukan,” tambah Roby.

Data dari BPBD Bintan mencatat sebanyak 24.479 kepala keluarga terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Dampak ini tersebar di hampir seluruh kecamatan, kecuali wilayah Mantang dan Tambelan yang kondisinya masih relatif terkendali.

Sebagai langkah tambahan, pemerintah daerah juga mempertimbangkan modifikasi cuaca untuk meningkatkan potensi hujan.(*)

Editor: Brm

Pos terkait