Kurawalmedia, Bintan – Data terbaru menunjukkan terdapat 317 titik api di wilayah Bintan sepanjang Januari hingga Maret 2026.
Dari jumlah tersebut, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 251 hektare.
Beberapa kecamatan dengan jumlah titik api tertinggi meliputi Bintan Timur, Toapaya, Gunung Kijang, dan Bintan Utara.
Baca juga: Waduk Mulai Menyusut, Bintan Hadapi Ancaman Kekeringan Serius
Meningkatnya jumlah titik api ini tidak lepas dari pengaruh kondisi cuaca serta karakteristik lahan di Bintan yang didominasi oleh lahan gambut.
Jenis lahan ini cenderung lebih mudah terbakar, terutama saat memasuki periode kering.
Selain itu, faktor perubahan iklim juga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Baca juga: Kebakaran Lahan 4 Hektare di Bintan Berhasil Dipadamkan, Warga Diimbau Waspada
Sementara itu, pada Rabu (25/3/2026) sore, kebakaran lahan dan semak belukar terjadi di kawasan Jalan Eco Wisata Mangrove, Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan.
Berdasarkan informasi di lapangan, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar setengah hektare. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penelusuran.
Pemerintah daerah menekankan pentingnya langkah pencegahan yang melibatkan berbagai pihak. Kolaborasi lintas sektoral dinilai penting dalam menekan potensi kebakaran sejak dini.
Baca juga: Krisis Air di Pulau Bintan, Waduk Gesek Surut Drastis
Masyarakat juga diimbau untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, termasuk segera melaporkan jika menemukan indikasi pembakaran lahan agar dapat ditangani lebih cepat.
Untuk kondisi darurat kebakaran, masyarakat dapat menghubungi layanan pemadam kebakaran Tanjung Uban melalui telepon di 0771-4651295 atau WhatsApp di 0831-4066-2233.(*)
Editor: Brm





