kurawalmedia.com, London – Chelsea akhirnya mengambil keputusan tegas dengan memecat pelatih kepala Liam Rosenior setelah gagal memenuhi ekspektasi manajemen.
Keputusan itu diumumkan Rabu (22/4/2026) waktu setempat, hanya 107 hari sejak Liam Rosenior ditunjuk sebagai nahkoda baru di Stamford Bridge.
Pemecatan Rosenior tidak lepas dari rentetan hasil buruk. Chelsea menelan lima kekalahan beruntun di kompetisi domestik tanpa mampu mencetak satu gol pun.
Baca juga: Veda Ega Crash di Moto3 Amerika 2026, Pini Rebut Kemenangan
Catatan tanpa gol di lima laga Liga Primer Inggris tersebut menjadi paceklik terburuk klub asal London Barat dalam kompetisi liga sejak 1912.
Laga terakhir Rosenior bersama Chelsea berakhir pahit setelah dibantai Brighton dengan skor mencolok 3-0. Kekalahan itu membuat posisi Chelsea melorot ke peringkat ketujuh klasemen.
Kekalahan lima kali beruntun itu juga membuat The Blues semakin menjauh dari zona Liga Champions musim depan bahkan terdepak dari zona Eropa.
Baca juga: TVRI Izinkan Nobar Piala Dunia 2026, Tapi Wajib Daftar Dulu
Padahal, saat pertama datang menggantikan Enzo Maresca pada Januari lalu, Liam Rosenior sempat memberi harapan baru.
Ia membuka masa jabatannya dengan empat kemenangan beruntun di Liga Primer Inggris dan membawa tim melaju ke babak 16 besar Liga Champions.
Namun performa Chelsea anjlok drastis memasuki Maret hingga April, dengan tujuh kekalahan dari delapan pertandingan terakhir di semua ajang.
Calum McFarlane Jadi Pelatih Sementara
Dalam pernyataan resminya, Chelsea menyebut keputusan tersebut tidak diambil dengan mudah dan tentunya penuh dengan pertimbangan.
Klub menilai hasil laga dan performa tim dalam beberapa pekan terakhir tidak sesuai ekspektasi. Sementara musim masih menyisakan target penting.
Sebagai langkah darurat, Chelsea menunjuk asisten pelatih dan pelatih Chelsea U-22 Calum McFarlane sebagai pelatih interim hingga akhir musim.
Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Catat Tanggal Mainnya
Calum McFarlane bersama staf lain akan langsung memimpin tim menghadapi semifinal Piala FA melawan Leeds United akhir pekan ini.
Bagi Chelsea, pergantian pelatih kembali menjadi bukti bahwa proyek jangka panjang mereka masih jauh dari kata stabil.
Sementara bagi Liam Rosenior, masa kerja singkat di Stamford Bridge akan dikenang sebagai salah satu periode tersulit dalam karier kepelatihannya. (*)
Editor: Mya





